Tuesday, May 22adalahukum.com

Pansus Angket KPK DPR undang Organisasi Advokat

ADALAHUKUM.COM, Jakarta – Panitia Khusus Angket KPK DPR RI semakin memainkan manuvernya dalam membedah misteri-misteri penyidikan di  KPK. Hari ini (Kamis, 31/8), Pansus Angket mengundang sejumlah Organisasi Advokat untuk rapat dengar pendapat diantara Peradi versi Fauzi Yusuf Hasibuan, Peradi versi Luhut Pangaribuan dan Peradi versi Juniver Girsang. Selain Peradi, Pansus Angket KPK juga mengundang Kongres Advokat Indonesia (KAI) namun tidak disebutkan KAI versi mana, apakah versi Tjoetjoe S Hernanto atau versi Indra Sahnun Lubis.
Dalam undangan yang ditandatangani Pelaksana harian Sekretaris Jenderal DPR RI, Damayanti, yang tersebar di media sosial, Pansus Angket KPK mengundang Organisasi Advokat dalam rangka membahas posisi dan fungsi Advokat/Pengacara/Penasehat Hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dalam kurun waktu 15 tahun KPK.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui siapa yang hadir dari masing-masing Peradi maupun KAI. Namun demikian dapat ditebak bagaimana Pansus akan menggali informasi dari kalangan Advokat tentang bagaimana perilaku KPK terhadap Advokat yang mendampingi kliennya yang terjerat tindak pidana korupsi.
Sebelumnya (29/8), Pansus Angket KPK telah memanggil Direktur Penyidikan KPK, Aris Budiman. Kehadiran Aris di Pansus, menuai kritik karena Aris tidak mendapatkan ijin dari Pimpinan KPK. Namun demikian Aris tetap hadir dan memberikan keterangan. “”Sepanjang karir saya selama 29 tahun ini pertama kali saya membantah perintah pimpinan,” ujar Aris dalam RDP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2017). (T5)