Monday, December 18adalahukum.com

Direksi First Travel Kembali Jalani BAP di Bareskrim

ADALAHUKUM.COM, Jakarta- Para tersangka Penipuan dan Penggelapan Bisnis Umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan atau Kiki diperiksa terkait barang bukti dan aset yang telah disita.

“Hari ini diperlihatkan barang bukti yang baru disita dikasih lihat, dikonfirmasi saja sih tadi ini barang siapa,” kata Deski MK, Legal Advisor First Travel di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Barang bukti dan aset tersebut, sambung Deski, sejumlah mobil milik rumah milik Andhika dan Anniesa. Selain itu, ada juga bukti transaksi keuangan dari rekening bank milik ketiga tersangka.

“Cuma memperlihatkan barang sitaan saja, perusahaan ada tiga, ini milik siapa gitu, tapi masih satu kantor. Itu perusahaan baru mau dibikin tapi belum berjalan legalitasnya, tadi ditunjukin surat dokumennya,” terang Deski.

Selain memeriksa ketiga tersangka, sambung Deski, ada dua mantan karyawan First Travel yang turut diperiksa. “Ada dua mantan karyawan kepala divisi, ada kepala keuangan dan visa,” ucap Deski. (baca: Bela Korban First Travel, Pusmedbakum APSI Hadiri Rapat Kreditur Dalam Penyelesaian Putusan PKPU)

Hanya saja, Deski mengaku, tidak tahu apa saja yang ditanyakan penyidik kepada keduanya. “Saya engga tahu, saya belum update,” ucapnya.

Seperti diketahui, Bareskrim telah menyita dan memberikan garis polisi pada sejumlah aset milik Firts Travel dan para tersangka. Diduga aset-aset tersebut dibeli dari uang milik jemaah umroh yang gagal berangkat.
Tiga orang tersangka ini yakni Andika Surachman selaku direktur utama First Travel, Anniesa Desvitasari Hasibuan selaku direktur First Travel dan Situ Nuraida alias Kiki Hasibuan selaku komisaris keuangan First Travel.

Bingung temuan PPATK

Bos First Travel, Andika Surachman, mengaku bingung soal temuan duit Rp 7 miliar hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Andika mengklaim tak tahu-menahu soal duit miliaran itu.
“PPATK bilang ditemukan Rp 7 miliar, Pak Andika bingung dapat dari mana. Dia juga bilang nggak tahu dapat dari mana itu,” kata Deski, kepada wartawan di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Ia mengaku akan melakukan penelusuran terkait dengan dugaan kebocoran uang calon jemaah umrah. Pengecekan, menurut Deski, akan dilakukan terkait dengan pembayaran transportasi dan hotel.

“Misalnya ada pembocoran di pemberian tiket ganda. Misalnya berangkat hari ini tapi tiketnya besok, jadi terbakar itu. Yang kedua, di hotel-hotel yang gagal diberangkatkan. Uangnya ke situ, nambah ke situ. Karyawan juga lagi diselidiki apa ada kebocoran di situ,” papar Deski.

PPATK sebelumnya menelusuri 50 rekening bos First Travel. Total duit di seluruh rekening itu mencapai Rp 7 miliar. Ditemukan fakta dugaan penyimpangan penggunaan dana calon jemaah umrah pada 2017.