Saturday, April 21adalahukum.com

APSI Kecam Keputusan Trump Akui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel

ADALAHUKUM.COM,- Jakarta, РDewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPP APSI) mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk memindahkan Ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem. Dalam press releasenya, DPP APSI menyatakan sikap sebagai berikut;

Pertama, Keputusan Presiden AS, yang mengakui Yerussalem sebagai Ibu kota Israel adalah keputusan yang melanggar Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB atas Yerusalem No. 252 tanggal 21 Mei 1968 hingga Resolusi DK PBB No. 2334 tanggal 23 Desember 2016 menegaskan bahwa DK tidak akan mengakui perubahan apa pun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967 dan Resolusi Majelis Umum PBB No. 2253 tanggal 4 Juli 1967 hingga Resolusi No. 71 tanggal 23 Desember 2016, sehingga keputusan Presiden AS tersebut merupakan ancaman nyata bagi perdamaian dunia bahkan dapat menjadi pemicu perang dunia.

Kedua, DPP APSI mendukung penuh atas sikap dan tindakan pemerintah Republik Indonesia yang menolak keras Yerussalem sebagai ibu kota Israel dan meminta pemerintah RI untuk terus melakukan pendekatan intensif kepada seluruh elemen dunia baik melalui Dewan Keamanan PBB, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan juga Uni Eropa untuk secara bersama-sama menolak keras Keputusan Presiden AS tersebut dan meminta Presiden AS untuk mencabut keputusannya tersebut. Dalam hal Pemerintah AS tetap bersikukuh atas keputusanya tersebut, maka DPP APSI meminta kepada Pemerintah RI untuk memulangkan Duta Besar AS dari Indonesia sebagai bentuk protes atas keputusan Presiden AS.

Ketiga, meminta kepada seluruh elemen bangsa untuk bersatu mendukung Pemerintah RI dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagai negara yang berdaulat bersanding dengan negara-negara lain.

Sementara itu Wakil Ketua DPP APSI, Thalis Noor Cahyadi menyatakan bahwa keputusan Donald Trump yang menjadikan Yerrusalem sebagai ibu kota Israel jelas akan melahirkan banyak perlawanan, tidak saja dari kaum radikal tetapi juga akan lahir perlawanan-perlawanan dari kamu moderat. ” Saya yakin di Amerika Serikat sendiri akan muncul gerakan untuk menggulingkan Donald Trump dari kekuasaannya”, ujar Advokat yang juga pengajar di UIN Sunan Kalijaga ini.